Senin, 17 Oktober 2016

Cara membuat Arang dengan cara Kiln drum / Mati hampa

Cara membuat Arang dengan cara Kiln drum / Mati hampa

Murah dan sederhana, itulah kunci utama dari teknologi pembuatan arang dengan sistem drum, rendemen hasil arangnya pun jauh di atas cara tradisional.

Rendemen atau hasil arang yang diperoleh dengan cara ini memang tinggi. Menurut penelitian Puslitbang Hasil Hutan, yang memodifikasinya, rendemen arang yang dihasilkan alat ini berkisar 34 – 39 % dari berat tempurung kelapa kering. Bisa dibandingkan, misalnya, dengan rendemen arang yang dibuat secara tradisional, hanya 25 %. Tingginya rendemen ini membuat produksi arang, dengan bahan yang sama banyaknya menjadi lebih tinggi. Teknologi pengarangan ini tentu bisa dijadikan salah satu alternatif menarik yang bisa dikembangkan dalam industri rumah tangga.

Sarana pengarangan itu bisa dibuat dari drum bekas. Konstruksi tungku dan operasi pengolahannya pun mudah dilakukan oleh siapa saja yang berminat, tanpa pendidikan khusus. di samping itu, apabila potensi tempurung kelapa di suatu daerah cukup besar, maka sistem drum ini dapat juga dikembangkan ke dalam skala industri kecil atau menengah. Dengan begitu, pusat pengarangan di pedesaan itu akan dapat memasok kebutuhan arang tempurung kelapa secara kontinyu dalam jumlah besar.

Desain Alat

Bahan yang digunakan adalah drum minyak tanah bekas yang bervolume 200 liter. Tutup drum dipisahkan (dipotong) dari badannya sehingga bisa dibuka dan ditutupkan. Tutup kiln ini dilubangi bagian tengahnya, lubang ini akan dihubungkan dengan cerobong asap setinggi 30 cm, yang berdiameter sama.

Selanjutnya. Badan kiln drum dilubangi, diameternya 13 mm. Lubang udara itu terdiri atas 3 baris, masing-masing baris terdiri atas 4 lubang, dengan jarak antar baris 30 cm. Dengan demikian jumlah lubang keseluruhan ada 12 buah (lihat gambar)

Mempersiapkan Bahan Tempurung

Tempurung yang akan diarangkan sebaiknya dalam keadaan kering udara. Kadar airnya tidak lebih dari 20 %. Tujuannya, agar proses pembakaran bisa berlangsung lebih cepat dan tidak menghasilkan banyak asap yang bisa mengganggu lingkungan tempat tinggal. Agar hasil arangnya bermutu baik, sebelum diolah tempurung kelapa dibersihkan dari sabut, tanah, pasir dan kotoran lain yang melekat. Ukuran dan bentuk tempurung diusahakan supaya dapat mengisi drum sebanyak mungkin dan menghasilkan arang yang memenuhi standar ukuran yang diperlukan. Sebaiknya ukuran tempurung itu paling kecil lebarnya 2,5 cm. Apabila penataan baik, drum dapat menampung 90 kg bahan, bisa juga lebih.

Pengisian Bahan

Sebelum tempurung dimasukkan ke dalam drum, sebatang kayu dan bambu berdiameter 10 cm yang panjangnya 1 m ditempatkan tegak lurus di bagian tengah drum. Selanjutnya, kiln diisi tempurung sampai penuh. Setelah itu, batang kayu atau bambu dicabut pelan-pelan, hingga terbentuk lubang di pusat drum.

Untuk memudahkan pembakaran awal, dasar drum sebaiknya diberi umpan bakar seperti sisa-sisa kertas, daun-daun kering, ranting-ranting kayu, atau percikan minyak tanah.

Proses Pembakaran

Mula-mula, umpan bakar dinyalakan. Jika pembakaran telah berlangsung dan diperkirakan apinya tidak akan mati, kiln ditutup dan selanjutnya cerobong asap dipasang. Selama proses pengarangan, bari lubang udara terbawah dibuka, sedangkan 2 baris lubang di atasnya ditutup dengan asbes atau tanah liat. Proses pengarangan ini berawal dari bagian bawah, lalu bergerak ke atas. Pengarangan di bagian bawah drum dianggap telah selesai apabila sudah terjadi bara merah, yang dapat dilihat pada semua lubang udara di baris terbawah yang terbuka. Pada saat demikian, lubang udara itu segera ditutup. Nah, pada saat itulah tempurung baru bisa ditambahkan dari bagian atas drum. Ketika baris lubang terbawah itu ditutup, maka baris lubang berikutnya harus dibuka. Jika di bagian baris ini pun arang sudah membara merah, lubang segera ditutup.

Prosedur pembakaran diulangi sampai terjadi bara pada baris lubang teratas. Proses pengarangan dianggap selesai apabila asap yang keluar dari cerobong sudah tipis dan berwarna kebiru-biruan. Pada keadaan ini, semua lubang udara yang masih terbuka, termasuk cerobong asap, ditutup rapat. Untuk mencegah kemungkinan masih adanya udara yang masuk, kiln ditutup dengan asir atau tanah. Masuknya udara ke dalam drum akan membuat tempurung yang diharapkan menjadi arang malah berubah menjadi abu. Ini tentu akan menurunkan kualitas arang yang dihasilkan.

Setelah dianggap pasti tidak ada udara yang bisa masuk ke dalam badan kiln, drum dibiarkan mendingin sekitar 6 jam. Setelah dingin, tutup kiln dibuka dan hasil arangnya dipisahkan dari abu dan arang mentah. Dengan metode ini, apabila prosedurnya dipenuhi, sangat kecil kemungkinan akan terbentuk arang mentah.

Lebih murah

Nah, kalau drum bekas itu masih terasa mahal. Anda bisa menggunakan bahan lain yang lebih murah, yakni seperti bata dan tanah liat. Keuntungan lain penerapan teknologi ini, bahan baku yang akan diarangkan tak harus melulu tempurung kelapa. Kalau tempurung kelapa sudah habis, kiln bisa dimanfaatkan untuk mengarangkan ranting, cabang, atau potongan-potongan kayu kecil. Kalau masyarakat lebih memilih mengarangkan ranting dan cabang jatuhan atau potongan kayu mati, tentu penebangan pohon sebagai bahan baku arang bisa dikurangi atau bahkan dihindari.  

ARANG YANG BAGUS ITU ???

ARANG YANG BAGUS ITU ???

Pengetahuan akan ciri-ciri arang yang berkualitas dapat dijadikan sebagai patokan perbandingan oleh para produsen arang. Mereka akan membandingkan hasil arang mereka yang disesuaikan dengan standar cirri-ciri arang berkualitas. Apakah arang yang dihasilkan telah cukup berkualitas ataukah masih kurang. Hal tersebut akan terus memacu sang produsen untuk terus berproduksi dan meningkatkan kualitas arang yang dihasilkan.

Berikut ini akan dijabarkan mengenai ciri-ciri arang berkualitas susuai dengan standar produksi arang.

• Warna hitam dan kalau dinyalakan api berwarna kebiru-biruan, Arang yang memiliki kualitas yang baik, jika dibakar akan menghasilkan nyala api yang kebiruan. Hal ini menandakan bahwa panas yang dihasilkan sangat tinggi dan baik digunakan untuk memasak. Hasil masakannya pun akan cepat matang.

• Mengkilat pada bagian yg pecah,
terlihat pada gambar bahwa bila arang dipecah atau dibelah, bagian yang terbelah tersebut akan berwarna hitam mengkilat. Hal ini terjadi karena adanya unsur karbon yang tersisa setelah melalui proses pengarangan.

• Tidak mengotori tangan,
Tidak mengotori tangan maksudnya bahwa arang tidak memiliki zat beracun yang dapat menyebabkan penyakit. setelah memegang arang, tangan hanya terkotori oleh serpihan- serpihan arang yang sengat halus.

• Tidak berasap, ber bau dan tidak memercik,Pernyataan bahwa arang berkualitas adalah arang yang tidak berasap, tidak berbau, dan tidak memercik. Maksudnya adalah pada saat digunakan untuk membakar, arang tersebut tidak mengeluarkan asap tidak seperti saat membakar kayu bakar. Tidak mengeluarkan bau yang tajam karena unsur yang tersisa didalam arang hanya tinggal unsur karbon yang tidak berbau. Arang yang berkualitas jika dibakar, tidak pecah dan tidak memercik

• Tidak cepat habis apabila dibakar,
Arang yang baik memiliki kemampuan untuk tahan lama selama digunakan atau dibakar. Oleh karena itu penggunaan arang dapat lebih menghemat pengeluaran.

• Berdenting seperti logam apabila dipukul. Hal yang menyebabkan arang berdenting seperti logam jika dipukul adalah berat arang yang sangat ringan ditambah dengan struktur arang yang padat. Sehingga akan menghasilkan bunyi yang nyaring jika dipukulkan.

Dengan memahami kriteria dan ciri-ciri arang berkualitas, diharapkan dapat dijadikan sebagai patokan oleh produsen dalam memproduksi arang dan meningkatkan kualitasnya. Dan juga dapat digunakan oleh masyarakat selaku konsumen arang dalam menilai dan memilih antara arang yang jelek dengan arang berkualitas tinggi sebelum menggunakannya.

Kamis, 13 Oktober 2016

Banyak Manfaat Arang dan Kegunaannya

Arang dalam bentuk aslinya Arang Kayu (Wood Charcoal)/ Arang Kelapa (Coconut Shell Charcoal) adalah residu yang mengandung karbon. Arang dihasilkan dengan cara dibakar dengan pemanasan pada suhu tinggi, untuk menghilangkan kandungan air. Bahan dasar Arang umumnya dari kayu, kelapa, dan benda lain. Arang berwarna hitam, berbobot ringan, 80% komposisinya berupa senyawa carbon. Karbon arang mengandungi oksigen, yang dapat menyerap gas dan zat berbahaya.



Manfaat Arang


Arang sudah digunakan pleh manusia sejak dahulu kala. Dipakai untuk bahan bakar dalam proses memasak dan juga melakukan kegiatan lain. Berikut adalah manfaat dari arang yang sangat menakjubkan :


1. Kosmetik dan Kecantikan


Arang dapat melembutkan wajah dan membersihkan muka. Arang juga dapat mengobati jerawat, bintik-bintik hitam dan kerutan diwajah. Kemudian arang dapat mengurangi kadar minyak di wajah dan menjaga kelembapan alami kulit, mengurangi racun yang terpapar di kulit sehingga terhindar dari radikal bebas. Selain itu Arang juga dapat menghilangkan bau badan, menjadi pemutih gigi, dan dapat membersihkan kulit kepala.


2. Penjernih Air (Water Purifier)


Arang diketahuii mempunyai karakter tersendiri yang unik. Di Jepang, riset menemukan bahwa Arang dari kayu keras dapat menjernihkan air dan juga dapat menambahkan kandungan mineral pada air tersebut sehingga menjadikan air tersebut lebih baik untuk diminum.


3. Penghilang Bau dan Pelembab Ruangan


Masih dari Jepang, riset menemukan bahwa Arang dapat menjadi Penghilang bau dan Mengatur kelembapab ruangan. Fungsinya yaitu untuk menyerap bau tidak sedap yang terdapat di ruangan dan menghilangkan zat –zat merugikan lain,


4. Bahan Bakar Terbarukan


Menjadi bahan bakar adalah manfaat dan kegunaan Arang yang paling umum. Uniknya, Arang yang berasal dari kayu (wood charcoal) dan yang berasal dari Kelapa (wood Charcoal) memiliki kelebihan yang sangat baik. Arang Kayu (wood charcoal) baik dalam bentuk arang maupun Briket Kayu (wood charcoal briquette) memiliki kadar carbon yang tinggi sehingga kalori yang dihasilkan juga maksimal. Residunya pun tidak merusak alam sehingga apabila arang tersebut telah habis tidak akan meninggalkan dampak buruk bagi ekosistem. Arang Kelapa dalam bentuk arang batok kelapa (Coconut Shell Charcoal) dan juga dalam bentuk briket arang batok kelapa (Coconut Charcoal Briquette) merupakan produk yang tidak beracun (non-toxic), memiliki waktu bakar yang lebih lama, dan juga tidak berbahaya bagi lingkungan.


Kami arangbriketindonesia melihat peluang dan potensi ini sehingga kami dapat menyupplai arang kayu dan kelapa dalam bentuk arang dan briket dengan kualitas baik untuk pasar export dan juga pasar local / domestik. Silahkan menghubungi kami untuk keterangan lebih lanjut. Manfaat-manfaat dan kegunaan arang diatas kiranya menunjukkan bahwa produk ini merupakan produk yang potensial untuk dikembangkan dalam skala bisnis dan industri.